Sashaoyster’s


Potensial, Pasar Jamur di Bali
Januari 18, 2008, 4:01 am
Filed under: Tak Berkategori

Denpasar (Bali Post) –
Pemasaran jamur di
Bali cukup potensial khususnya untuk kebutuhan hotel, restoran, swalayan dan pasar tradisional. Sayangnya petani jamur Bali belum bisa memenuhi permintaan pasar karena belum tahu teknologi dan kurang pengalaman. Demikian dikatakan Ketua Masyarakat Jamur Indonesia (MAJI) Cabang Bali Ida Ayu Mariana Endang Marka, ketika memberikan pelatihan budidaya jamur di Pasar Oleh-oleh  Koperasi Krama Bali di Jalan Raya Kuta No. 88, Tuban, Rabu (5/4) kemarin.Menurutnya, jamur tiram patut diperhitungkan sebagai komoditi andalan pada sektor agrobisnis. Sebab, jamur ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satunya untuk bisnis makanan olahan serta dipergunakan sebagai bahan obat. “Berkhasiat obat serta laku sebagai makanan olahan inilah membuat permintaan pasar Bali cukup banyak,” katanya.Berdasarkan data, kebutuhan jamur Bali sekitar 1.000 kg setiap bulannya. Karena sedikitnya jumlah petani yang membudidayakan jamur di Bali mengakibatkan tidak terpenuhinya permintaan pasar. Alhasil keberadaan jamur tiram baik dipasaran tradisional maupun pasar swalayan menjadi langka. “Bila dibandingkan dengan bercocok tanam jenis sayuran lainnya, kelemahan masyarakat sebagian besar karena belum tahu teknik budi daya, bagaimana cara memasarkan serta mengkalkulasi keuntungan yang diperoleh,” tuturnya.Jumlah petani jamur di Bali sekarang ini sekitar 20 orang yang tersebar di Tabanan, Jembrana, Karangasem, Bangli, dan Gianyar. Ke 20 orang petani tersebut, saat ini masih membeli bibit di PT Alam Bali Mushroom (Albamas) Bali.Mengenai harga jamur ditawarkan bervariasi tergantung jenis jamurnya. Misalnya, jamur tiram berkisar antara Rp 17.500 hingga Rp 25.000 per kg dan jamur sitake Rp 40.000 per kg. Pasar ekspor Mengenai peluang pasar ekspor sendiri, menurut Endang, kebutuhan jamur tiram dalam bentuk kering maupun yang telah dikalengkan untuk pasar Asia seperti Singapura, Taiwan, Jepang, dan Hongkong cukup tinggi. Sementara pemenuhan pangsa pasar Eropa masih terbatas akibat minimnya jumlah produksi.Masih terbatasnya produksi jamur tiram Bali untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan pasar ekspor, harapannya, petani jamur Bali seharusnya bisa memanfaatkan peluang ini dengan membudidayakan jamu tiram lebih banyak lagi, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: